Kembali ke Portofolio Fladyna E Mondoringin

Omnichannel Retail Intelligence

Fladyna E Mondoringin
Fladyna E Mondoringin
International Business Student & Data Analytics Enthusiast
Dipublikasi pada 7 Juni 2026

Eksekutif Retail saat ini dihadapkan pada tantangan fragmentasi data dari berbagai kanal penjualan (omnichannel). Proyek ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem kecerdasan bisnis (Business Intelligence) terintegrasi yang mampu mengonsolidasikan data transaksi lintas toko fisik (Store) dan platform digital. Dasbor interaktif ini dirancang khusus untuk C-Level Executive dan Regional Sales Managers guna memantau kesehatan finansial perusahaan secara real-time, mengisolasi produk berkinerja buruk, mengaudit performa store owner, serta memetakan demografi domain konsumen global untuk mengoptimalkan strategi retensi dan alokasi modal.

Omnichannel Retail Intelligence
Interactive Dashboard
By Fladyna E Mondoringin
  • Executive Financial Health & Growth Performance: Perusahaan mencatatkan total pendapatan yang sangat masif mencapai Rp75,86 Miliar dari total transaksi yang berjalan, dengan nilai rata-rata per transaksi (Average Order Value / AOV) yang kokoh sebesar Rp15,17 Juta. Pertumbuhan bulanan (Month-over-Month / MoM) menunjukkan tren positif sebesar 35,3%. Angka lonjakan yor (Year-over-Year / YoY) yang menyentuh 21.718,7% mengindikasikan adanya ekspansi basis data historis yang berhasil diintegrasikan secara masif pada periode berjalan.

  • Product Performance & Pareto Optimization (Rule 80/20): Berdasarkan analisis Pareto pada halaman Product Performance, kategori Clothing - Footwear menjadi kontributor pendapatan terbesar utama senilai Rp29,53 Miliar, yang sepenuhnya didorong oleh produk Trainers with Mesh Inserts di subkategori Athletic Footwear. Di posisi kedua, kategori Electronics (Solar Charger dalam subkategori Portable Power Solutions) menyumbang Rp19,80 Miliar. Kedua kategori ini menguasai lebih dari 65% total revenue, sehingga manajemen harus mengamankan rantai pasok (supply chain) kedua klaster ini untuk menghindari stockout. Sebaliknya, kategori Food - Produce berada di posisi terbawah (Rp347,67 Ribu), yang memerlukan evaluasi ulang portofolio produk atau strategi bundling.

  • Store Owner Performance & Strategic Matrix Routing: Kepemilikan toko didominasi oleh dua operator utama. Operator AIS memimpin dengan total kontribusi pendapatan sebesar Rp45,98 Miliar, disusul oleh operator BOS sebesar Rp29,53 Miliar, sementara operator LGN mencatat performa operasional terendah. Secara arsitektur kanal, toko dengan tipe FR (Franchise) memberikan kontribusi terbesar yaitu 60,62% (Rp45,98 Miliar) dibandingkan dengan tipe CO (Company-Owned) sebesar 39,38% (Rp29,87 Miliar). Hal ini menunjukkan efektivitas model kemitraan (franchise) dalam melakukan scaling omzet penjualan.

Tentang Author
Fladyna E Mondoringin

Fladyna E Mondoringin

International Business Student & Data Analytics Enthusiast
Transforming raw business metrics into high-impact strategic decisions.
An analytical International Business student at President University. Proven track record as a small-business Chief of Finance and experienced Event Organizer and External PR. Skilled in managing cross-functional operations, budget optimization, and transforming complex financial or event performance metrics into actionable, high-impact data-driven strategies.