Berdasarkan visualisasi data akhir pada sistem laporan, berikut adalah 4 Key Business Insights strategis yang berhasil diisolasi:
Ekosistem Pendapatan & Dominasi Kepemilikan (Executive Overview): Total pendapatan korporasi mencatat angka Rp75,86 Juta dengan Nilai Rata-rata Transaksi (Average Order Value / AOV) yang sangat sehat sebesar Rp15,17 Juta. Pertumbuhan tahunan (YoY) melonjak tajam hingga 21.718,7%, menandakan pemulihan masif atau ekspansi bisnis baru. Dari sisi kepemilikan gerai, Owner AIS mendominasi pasar dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp45,98 Juta (60,62%), jauh mengungguli Owner BOS yang menghasilkan Rp29,53 Juta (39,38%).
Analisis Pareto Produk & Mitigasi Slow-Moving Stock (Product Performance): Menggunakan Dynamic Cumulative Pareto Chart, ditemukan bahwa 96,5% dari total pendapatan perusahaan didorong oleh dua kategori utama, yaitu Clothing - Footwear (Rp29,53 Juta) dan Electronics (Rp19,80 Juta). Produk spesifik seperti "Trainers with Mesh Inserts" dan "Solar Charger" merupakan mesin profit utama. Sebaliknya, kategori Food - Produce (seperti Sweet Potatoes) hanya menyumbang Rp347 Ribu, yang mengindikasikan perlunya efisiensi rantai pasok atau eliminasi stok demi mencegah pembusukan barang di gudang.
Efisiensi Gerai Fisik & Pemetaan Spasial (Store Performance): Melalui integrasi Azure Maps, performa gerai terfokus kuat pada wilayah Indonesia yang mencatatkan pendapatan raksasa sebesar Rp2,36 Miliar dengan Revenue Per Customer mencapai Rp8,86 Juta (berdasarkan data historis terkompresi). Analisis struktur toko menunjukkan gerai bertipe Franchise (FR) seperti gerai 5IES dan K2GM menghasilkan stabilitas volume kuantitas penjualan yang jauh lebih tinggi dibanding gerai Company-Owned (CO).
Sinyal Penetrasi Pasar & Segmentasi Korporat (Customer & Domain Insight): Rekayasa data hulu (upstream string parsing) terhadap email pelanggan berhasil memetakan bahwa seluruh basis pembeli (Rp76M) menggunakan jenis Business/Custom Domain. Metrik ini membuktikan bahwa strategi pemasaran omnichannel korporasi berhasil melakukan penetrasi ke pasar B2B (Business-to-Business), di mana institusi seperti domain akademik (
ox.ac.uk- Rp29,53 Juta) dan infrastruktur teknologi (amazonaws.com- Rp23,85 Juta) bertindak sebagai pembeli dengan loyalitas tinggi.
3. Call To Action (CTA) & Tautan Kredibilitas
Untuk memeriksa validitas tata kelola data, arsitektur Star Schema, serta ketahanan formula DAX yang digunakan dalam proyek ini, silakan akses tautan repositori resmi di bawah ini: